
Minggu, 6 November 2016, menjadi hari untuk pertama kalinya bagi saya pergi ke luar negeri. Bermodalkan tiket murah dari maskapai LCC andalan a.ka. Air Asia yang dibeli 3 bulan sebelum keberangkatan dan tentunya modal nekat. Semua ini berawal dari keisengan saya saat mengulik laman Traveloka dan didukung oleh rasa jenuh setelah setahun menjadi budak perusahaan. Ternyata kegusaran itu tidak saya alami sendiri, teman saya sebut saja Raline juga mengalami fase ini. Kebetulan kami memiliki kegilaan dan keababilan yang sama serta kesamaan nasib sebagai “Budak Perusahaan”.
Jepang memang menjadi salah satu negara favorit bagi turis Indonesia. Kami sangat excited plus norak di liburan kali ini, rasanya campur aduk antara senang, takut, bimbang, risau, runyam semuanyalah. Pokoknya ga bisa digambarin gimana perasaannya saat itu (maaf kita anaknya emang agak lebay). Start perjalanan dimulai dari Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru menuju KLIA2 di Kuala Lumpur. Kami tiba di Kuala Lumpur pada pukul 7:30 PM, berhubung penerbangan kami selanjutnya menuju Osaka pada pukul 6:00 AM di hari berikutnya, kami putuskan untuk mengemper semalaman di Texas KLIA2.

Kami tiba di Kansai International Airport pada pukul 3:35 PM waktu Osaka dan dilanjutkan perjalanan ke Kyoto menggunakan kereta. Kami tiba di stasiun Kyoto sekitar jam 5:42 PM. Stasiun Kyoto salah satu stasiun besar di Jepang. Stasiun ini dipenuhi toko, restoran dan juga mall. Kyoto merupakan salah satu kota yang paling cantik di Jepang menurut saya. Banyak kuil dan Shinto kuno yang masih berdiri di sela bangunan modern. Keindahan alam di sekitar Kyoto juga patut diacungi jempol, terlebih ketika musim semi dan musim gugur tiba. Kecantikan arsitektur kuno serta kekayaan sejarah dan budayanya, menjadikan si ‘jantung’ sejarah Jepang ini masuk dalam 17 Situs Warisan Dunia UNESCO. Bukan hanya kuno, kota ini juga merupakan kota modern dengan musik, pusat seni dan kebudayaan dan restaurant dengan desain interior yang keren khas Jepang banget. Berikut adalah bukti nyata bahwa Kyoto kota yang ciamik :
1. Kiyumizudera Temple

Nama Kiyomizudera secara harfiah berarti “Kuil Air Murni”, dan silsilah nama ini diambil dari air murni di dekat Air Terjun Otowa. Kuil Kiyomizudera ini berada di area pegunungan Higashiyama. Kemegahan kuil Kiyumizudera menjadikannya sebagai salah satu kuil paling terkenal di Kyoto yang menawarkan pemandangan yang unik disepanjang musim di Jepang. Dari fajar hingga senja, Kuil Kiyomizudera menciptakan lanskap yang menakjubkan dengan hiasan indahnya kota kuno di bawahnya. Kiyomizudera pertama kali dibangun pada tahun 798 dan termasuk salah satu situs warisan sejarah yang diakui oleh UNESCO sebagai Historic Monuments of Ancient Kyoto UNESCO World Heritage. Di belakang aula utama Kuil Kiyomizudera berdiri Kuil Jishu, sebuah kuil yang didedikasikan untuk dewa cinta dan perjodohan. Jadi bagi kamu-kamu yang jomblo, mungkin kalian bisa bertemu dia si teman hidup jika berkunjung ke Kuil Jishu.

Masih di lingkungan kuil Kiyomizudera, terdapat Air Terjun Otawa. Ada tiga aliran air di air terjun ini, kamu bisa menggunakan gelas centong yang disediakan untuk mencoba meminum air dari air terjun Otawa ini. Konon katanya, jika minum air dari air terjun ini bisa panjang umur, sukses di dunia pendidikan dan enteng jodoh.

Kuil ini sangat mudah dijangkau, kamu cukup mengambil bus tujuan Kiyomizu-michi dan dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 10 menitan.
2. Fushimi Inari Shrine

Fushimi Inari Taisha termasuk salah satu Shinto terpenting dan terbesar yang ada di Kyoto. Shinto ini sangat terkenal dengan ribuan torii gates nya yang berwarna orange. Torii adalah simbol agama Shinto, berupa gerbang tradisional Jepang yang sering ditemukan di pintu masuk maupun di dalam Shinto. Torii memiliki makna sebagai transisi antara dunia yang terbatas dan dunia para Dewa yang tak terbatas. Tidak seperti di kuil-kuil lainnya yang sudah saya kunjungi, di Fushimi Inari ini saya benar-benar merasakan berjalan di daerah yang ‘sangat suci’. Torii gates ini disusun sepanjang jalur pendakian menuju Gunung Inari, pada bagian belakang masing-masing torii gates ini kamu bisa melihat nama-nama donatur dan tanggal donasinya. Untuk mencapai puncak Gunung Inari dibutuhkan sekitar 1-2 jam, tergantung dengan ritme pendakian anda. Disepanjang perjalanan menuju puncak Gunung Inari, anda akan disuguhkan keindahan kuil-kuil kecil serta patung-patung serigala.
Untuk menuju kuil ini, kamu cukup mengambil kereta tujuan Inari Station, dari stasiun ini Fushimi Inari sudah sangat jelas terlihat.
3. Kinkakuji – Golden Pavilion

Kinkakuji atau juga dikenal sebagai Golden Pavilion memiliki nama resmi Rokuon-ji yang merupakan salah satu kuil terkemuka di Kyoto sekaligus merupakan simbol Kota Kyoto yang dibangun pada tahun 1397 sebagai vila peristirahatan Shogun Ashikaga Yoshimitsu, beliau adalah salah satu jenderal yang pernah memimpin Jepang Kala itu. Keseluruhan bagungan pavilion ini kecuali bagian lantai dasar dilapisi dengan lembaran emas murni, menjadikan kuil itu sangat mewah. Pada atap kuil terdapat burung phoenix yang juga dilapisi oleh emas, tak heran jika Kuil Kinkakuji ini diakui sebagai UNESCO World Heritage Sites. Kalau kamu enggak terlalu suka keramaian, sebaiknya kamu datang ke kuil ini pada pagi saat baru dibuka dan di weekdays tentunya.
4. Arashiyama

Dari beberapa tempat yang sudah saya datangi di Kyoto, bisa dibilang Arashiyama adalah tempat yang paling saya sukai, ini dikarenakan alamnya yang indah. Arashiyama sendiri berarti pegunungan sebelah barat. Arashiyama terkenal akan jembatannya yang terkenal itu, yaitu Togetsu-kyo. Jembatan klasik ini yang membantu para pengunjung untuk menyeberangi sungai katsura. Pemandangan sekitar Arashiyama ini sangat indah, didominasi oleh warna hijau pepohonan. Pegunungan memagari kawasan ini, terasa sangat teduh dan menyejukkan. Selain itu, tempat yang juga diincar banyak orang di Arashiyama adalah hutan bambu Arashiyama. Foto hutan bambu yang cantik ini sering kali beredar di internet sebagai tempat yang wajib dikunjungi. Atmosfirnya begitu berbeda, sangat tenang dan memanjakan. Ketika angin berhembus, Anda akan melihat pohon bambu yang berwarna hijau mulus ini menari dan bernyanyi lewat gesekan dedaunan dan batangnya yang tinggi lurus.

Backpacking ke Jepang membuat saya mengerti arti sebuah perjalanan singkat ke negeri orang dan pada akhirnya jatuh cinta dengan Kyoto sejak injakan pertama. Eksplorasi kuil dan Shinto serta alamnya yang sangat elok. Saya benar-benar jatuh cinta! Kyoto menawarkan saya akan banyak pemandangan visual klasik nan megah dan pengalaman yang kaya budaya. Suatu saat saya akan kembali menjamahmu Kyoto, aku janji!!



