
Masih di wilayah Kansai, kali ini Saya dan Raline ditemani dan dipandu oleh teman kami, Upe, untuk mengunjungi kota Kobe. Kota pelabuhan yang pernah menjadi ibukota negara ini merupakan salah satu kota dengan tingkat ekonomi tertinggi di Jepang. Tidak heran jika Anda akan terpersona oleh infrastruktur dan keindahan arsitektur yang terdapat di kota ini. Hanya terletak satu jam perjalanan mengunakan kereta dari Osaka, Anda dapat menikmati daging sapi Kobe yang sangat terkenal, serta berkunjung ke tempat wisata wajib di Kobe.
Tidak banyak tempat wisata yang kami kunjungi di kota ini. Kami lebih banyak menghabiskan waktu dengan bercerita dan bernostalgia tentang kenangan selama di bangku kuliah di Kota Medan dahulu hingga akhirnya bisa bertemu kembali setelah dua tahun terpisah di negara sumarai ini. Negara asing yang terletak sekitar 5.107 km dari tempat dimana kami pertama kami bertemu di tahun 2010 silam. Kami sangat bersyukur, teruma saya dan Raline, Tuhan begitu baik, memberikan kesempatan dan rezeki bagi kami untuk dapat mengunjungi negara impian masa kecil kami ini.
Sebagai bentuk syukur, kami mengunjungi Kobe Mosque untuk melaksanakan sholat Dzuhur. Masjid Kobe ini merupakan masjid pertama di Jepang, dan jadi salah satu bangunan yang tidak hancur waktu diguncang gempa dahsyat tahun 1995.

Di sekitar masjid ini ada banyak tempat makan halal. Kami memutuskan untuk makan siang di salah satu restoran Turki. Di sini, kami bertemu dengan Komaru Zaman alias Bang Maro, Solo traveler asal Malaysia. Setelah saling bercerita tentang pengelaman berwisata di Jepang, kami memustukan untuk menjelajahi Kobe Port bersama.

Seperti namanya, Kobe Port merupakan wilayah pelabuhan di kota Kobe. Wilayah ini terkenal dengan monument pelabuhan (port tower) dan resto yang berada di pinggir laut. Kobe Port Tower ini didirikan pada tahun 1963 sebagi simbol status kemaritiman Kota Kobe. Waktu terbaik mengunjungi wilayah ini adalah peralihan dari senja ke malam hari.



